Share This Article
Memulai sesuatu yang baru sering kali diiringi rasa bimbang. Hal ini pula yang sempat dirasakan oleh Putri Azura Krisna. Keberaniannya mendobrak rasa ragu itu justru berbuah manis.
(Onoff.id): Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Lampung (Unila) ini sukses mengamankan posisi second runner-up (Top 3) dalam ajang Putri Hijabfluencer Lampung 2026.
Pencapaian ini sekaligus menjadi tiket emas bagi Azura untuk melenggang ke kompetisi tingkat nasional di Bandung pada Oktober mendatang.
Niat Azura untuk ikut kompetisi itu sebenarnya sempat tertunda karena ia harus fokus merampungkan skripsinya. Begitu urusan akademis selesai, langkahnya tak lagi tertahan. Gaspol.
Sebagai seorang content creator, ia melihat ajang ini sebagai ruang yang tepat untuk menyebarkan dampak positif yang lebih luas.
Bagi Azura, panggung ini bukan sekadar ajang unjuk pesona fisik. Sejak awal, ia membawa misi khusus yang ia sebut “Beyond the Veil”. Lewat advokasi ini, ia ingin merangkul sesama muslimah untuk berani berkarya tanpa batas.
“Advokasi yang aku bawa itu Beyond the Veil, artinya menembus batas. Di mana veil melambangkan batasan atau rasa ragu, sementara beyond adalah keberanian untuk melangkah melebihi batasan tersebut,” ujar Azura saat berbincang dengan Onoff.id pada Kamis (24 September 2026).
“Harapannya, kita sebagai muslimah berhijab tidak takut untuk keluar dari zona nyaman dan terus mencoba hal-hal baru,” tambahnya.
Perjalanan Azura tentu tidak instan. Di awal pendaftaran, ia sempat merasa kurang percaya diri. Beruntung, ia dikelilingi oleh lingkungan yang suportif.
Ditambah lagi dengan gemblengan mental selama masa audisi dan karantina yang berhasil menempa dirinya hingga siap berdiri di panggung utama.

Kompetisi ini juga menyadarkannya bahwa Putri Hijabfluencer benar-benar mencari paket lengkap, bukan sekadar visual belaka. Ada nilai Beauty, Brain, Behavior, dan Brave yang harus dibuktikan.
“Aku merasa ajang ini step up yang pas banget buat aku mengembangkan potensi. Di sini nilai yang dicari nggak cuma beauty, tapi juga ada brain, behavior, dan brave,” kata Azura.
Promosikan Lampung
Di balik kesuksesannya, Azura tak lupa menyelipkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Lidya Agustin, sang founder Putri Hijabfluencer.
Menurutnya, wadah yang eksis sejak 2015 ini telah menjadi ruang tumbuh yang sangat berdampak bagi muslimah di Indonesia, khususnya di Bumi Ruwa Jurai.
Kini, fokus Azura tertuju pada panggung Putri Hijabfluencer Indonesia 2026. Ia akan bersaing dengan 63 finalis dari 22 provinsi di seluruh Indonesia. Proses karantina nasional akan digulirkan pada 1–5 Oktober 2026 di Kota Bandung, dengan malam Grand Final yang bertempat di Trans Luxury Hotel pada 4 Oktober mendatang.
Menariknya, Azura sudah menyiapkan senjata khusus untuk mengenalkan kebudayaan daerah di sana. Ia akan membagikan oleh-oleh khas Lampung kepada para finalis lain, mulai dari cinderamata kerajinan tapis, kopi, hingga renyahnya keripik pisang khas Lampung.
Membawa semangat Beyond the Veil, Azura berharap langkahnya di Bandung nanti tidak hanya mengharumkan nama Lampung, tetapi juga memicu api semangat bagi muslimah lain untuk berhenti ragu dan mulai mengejar mimpi.(*)

