Share This Article
Pemerintah Kota Bandar Lampung mendeteksi 13 laporan insiden dan kerentanan siber yang menyasar aset digital pemerintahan sepanjang semester pertama 2026.
(Onoff.id): Ancaman tersebut tidak sekadar gangguan teknis, melainkan paparan informasi hingga penyisipan tautan judi online.
Plh Kepala Dinas Kominfo Kota Bandar Lampung, Rizky Agung Ariesantho, mengungkapkan temuan tersebut masuk dalam Rekapitulasi Insiden Siber Semester I Tahun 2026 yang dihimpun Bandar Lampung TTIS.
“Berdasarkan Rekapitulasi Insiden Siber Semester I Tahun 2026, Bandar Lampung TTIS mencatat adanya 13 laporan insiden dan kerentanan siber yang menyasar aset digital milik Pemkot Bandar Lampung,” ujar Rizky, Kamis (8 Oktober 2026).
Gangguan didominasi information disclosure dan data exposure sebesar 38 persen serta security misconfiguration mencapai 15 persen.
Pemerintah juga mendapati kerentanan lain seperti vulnerable software dan SEO spam.
“Selain itu, kami juga mendapati temuan lain seperti vulnerable software, sensitive data exposure, hingga SEO spam berupa penyisipan tautan judi online,” tambahnya.
Tanggap Insiden
Rizky menjelaskan peluang risiko keamanan kian meningkat seiring masifnya adopsi teknologi digital di sektor pemerintahan.
“Transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, sekaligus meningkatkan risiko terhadap keamanan informasi,” jelas Rizky.
Sebagai upaya penanganan, Pemkot menggelar sosialisasi kesadaran tanggap insiden di Ruang Rapat Inspektorat.
Kegiatan yang dimaksudkan untuk memperkuat pertahanan sistem itu, dibuka Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Wilson Faisol bersama jajaran Kominfo.
“Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk meningkatkan literasi digital dan membangun budaya keamanan informasi di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung,” pungkas Rizky.(*)

